HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini
telah disetujui dan disahkan :
Hari :_____________
Tanggal :_____________ 2014
Pembimbing
Lapangan,
BUDI
SATRIAWAN
Ketua
Prakerin,
H
E N D R I, S.Pd
NIP.
197402182000121002
Pembimbing
Sekolah,
ARI
SAPUTRA,S.SI
Kepala
Program Keahlian,
RINI
RAHMAWATI, S.Kom
NIP
.198009282005012010
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kepada ALLAH Subhanahu
Wata’ala yang telah memberi kesehatan jasmani dan rohani kepada penulis
sehingga bisa menyelesaikan LAPORAN HASIL PRAKERIN ini dalam keadaaan yang
sebaik-baiknya. Shalawat serta salam penulis hadiahkan kepada junjungan alam
Nabi Besar Muhammad SAW, semoga dengan sering bershalawat akan mendapatkan
syafa’atnya kelak di Akhirat, amin ya rabbal ‘alamin.
Terimakasih penulis ucapkan kepada :
1. Bapak
Drs. Sufriadi selaku Kepala Sekolah
SMK NEGERI 2 TEMBILAHAN.
2. Ibu
Rini Rahmawati,S.Kom selaku Ketua
Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
3. Bapak
Budiansyah sebagai pemilik Toko yang
telah menerima penulis.
4. Bapak
Budi Satriawan sebagai Pembimbing
Lapangan di tempat PRAKERIN.
5. Dan
juga kepada seluruh majelis Guru Teknik Komputer Jaringan yang telah memberikan
ilmu banyak kepada penulis.
Terimakasih
yang sebanyak-banyaknya penulis ucapkan kepada Bapak/Ibu sekalian.
Tembilahan,
07Juni 2014
Mahmud
Hasanudin
DAFTAR
ISI
Halaman Judul
Halaman
Pengesahan ......................................................................................... i
Kata
Pengantar ................................................................................................... ii
Daftar
Isi ............................................................................................................ iii
Daftar
Gambar ................................................................................................... v
Daftar
Tabel ....................................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.
Latar
Belakang............................................................................... 1
B.
Tujuan............................................................................................... 3
a.
Tujuan ............................................................................................. 3
b.
Manfaat Pemilihan Judul................................................................. 4
C.
Batasan
Masalah........................................................................... 4
1.
Konfigurasi di PC
Router ............................................................... 4
2. Konfigurasi
di PC Server ............................................................... 4
A.
Tinjauan
Umum Perusahaan .................................................... 5
1.
Sejarah berdirinya Duta
Interdata .................................................. 5
1.1.
Waktu Dan Tempat Prakerin ................................................ 6
2.
Kegiatan Usaha Duta
Interdata ...................................................... 7
3.
Strukrur Organisasi
Duta Interdata ................................................ 8
4.
Aktivitas Duta
Interdata ................................................................ 8
B.
Laporan
Hasil Prakerin .............................................................. 9
1.
Pelaksanaan kegiatan
Prakerin ........................................................ 9
1.1
Telaah Pustaka ........................................................................ 9
1.2
Persiapan Kerja Alat
dan Bahan ............................................. 17
1.3
Gambar dan Langkah
Kerja .................................................... 20
a. Konfigurasi
IP Router ....................................................... 20
b. Konfigurasi
DHCP Server di Router................................. 29
c. Konfigurasi
Samba Server di Router ................................ 37
d. Konfigurasi
IP Server ....................................................... 48
e. Konfigurasi
Web Server .................................................... 52
f. Konfigurasi
Mail Server .................................................... 63
g. Konfigurasi
Proxy Server .................................................. 75
2. Hasil
Kegiatan ............................................................................... 83
2.1.Masalah
yang dihadapi ........................................................... 83
2.2.Pemecahan
Masalah ................................................................ 83
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN .............................................. 84
A. Kesimpulan .................................................................................... 84
B.
Saran.................................................................................................. 84
DAFTAR PUSTAKA
Tabel Halaman
Tabel 2.1
Tabel waktu kegiatan prakerin............................................................. 6
Tabel 2.2Tabel aktifitas Duta Interdata................................................................. 7
Tabel 2.3 Struktur organisasi Duta Interdata.......................................................... 8
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Praktek
Kerja Industri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan kegiatan dari
sekolah SMK yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program
pendidikan disekolah dan program Perusahaan/DU/DI yang diperoleh melalui
kegiatan bekerja langsung didunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian
di bidang masing-masing serta paham bagimana bekerja diruang lingkup
Perusahaan/DU/DI hingga menjadi seseorang yang memiliki keahlian Professional.
Dimana keahlian dari masing-masing siswa akan dapat dibentuk melalui tiga unsur yaitu Ilmu pengetahuan, Teknik dan
Kiat. Ilmu pengetahuan dan Teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan saja dan
dimana saja asalkan mau belajar Ilmu dan Tekhnik tersebut, sedangkan Kiat tidak
dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung
(Praktek) pekerjaan pada bidang profesi masing-masing. Pendidikan Sistem Ganda
(PSG) dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang professional
dibidangnya.Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan
pekerja-pekerja dari siswa yang professional.Dimana para siswa melaksanakan
Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan Ilmu yang didapat dan sekaligus
mempelajari dunia industri. Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita
tidak akan dapat langsung terjun ke dunia Industri karena belum mengetahui
situasi dan kondisi Lingkungan Di tempat kerja.
Setelah
melaksanakan Prakerin selama 2 bulan lebih Siswa Diharuskan dan Diwajibkan
untuk membuat LAPORAN sebagai salah satu bukti telah mengikuti Prakerin dan
juga sebagai syarat kenaikan kelas.
Alasan
penulis mengambil judul ini dikarenakan sewaktu melaksanakan Prakerin penulis
juga melaksanakan latihan Uji Kompetisi Siswa jadi apa salahnya penulis
mengambil judul ini. Karena dalam Konfigurasi Ini banyak sekali Masyarakat Luar
belum mengetahui cara-cara dan tahap dalam Konfigurasi Debian Server Dan Router
ini.Sedangkan ini dibutuhkan oleh mereka.
Dalam
pembuatan Laporan ini Penulis mendeskripsikan Kesulitan dan Kemudahan Dalam
Konfigurasinya diantaranya sebagai berikut:
a.
Dalam segi
kemudahan:
· Dengan
menkonfigurasi Server dan Router ini penulis dapat memblokir situs-situs yang
ilegal dan lain-lain
· Bisa
saling kirim email antar client walaupun tanpa koneksi Internet.
· Memudahkan
saling bertukar data dari jarak jauh.
· Bisa
membuat komputer client jika terhubung jaringan ini tidak perlu memberikan Ip
secara manual karena ada sistem dhcpnya jadi ip yang diberikan secara otomatis.
b.
Dalam segi kesulitan:
·
Sangat sulit
dalam proses Konfigurasi dikarenakan sistem yang kita gunakan berbasis text dan
kita harus menginputkan konfigurasinya secara manual.
·
Kelitian dalam
penginputan syntak konfigurasinya sangat diperlukan dikarenakan jika ada satu huruf/angka/symbol
yang salah maka konfigurasi bisa tidak berhasil.
·
Harus
menggunakan 2 PC yang memang itu sebetulnya sangat mubazir.
·
Modal harus
cukup banyak.
·
Membutuhkan
waktu yang cukup lama dalam konfigurasi ini.
·
Jika gagal
dalam konfigurasi tertentu bisa saja kita terpaksa harus melakukan penginstalan
dan konfigurasi ulang karena jika dilanjutkan pun tidak akan berhasil, seperti
salah saat menginstall paket-paket konfigurasinya.
Dalam Laporan ini penulis membuat Laporan yang berjudul
“KONFIGURASI DEBIAN SERVER DAN KONFIGURASI DEBIAN ROUTER.
B.
Tujuan
a.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan Laporan dan Pengambilan Judul laporan
(Konfigurasi Debian Server dan Debian Router) adalah sebagai berikut:
1.
Tujuan
Pembuatan Laporan:
a. Sebagai bukti penulis telah melaksanakan proses Prakerin
b. Sebagai syarat kenaikan kelas yang mengharuskan siswa yang telah
mengikuti Prakerin untuk membuat laporan
c. Sebagai
landasan bagaimana penulis akan mempresentasikan hasil Prakerin
2.
Tujuan
pengambilan Judul Laporan:
a.
Untuk
memudahkan para pengguna internet atau sebuah pengusaha Warnet misalnya
b.
Sebagai sarana
pendidikan dijurusan TKJ
c.
Memudahkan
untuk mencari tutorial tanpa harus mencari dulu di internet
b.
Manfaat Pemilihan Judul
a.
Menambah
wawasan tentang materi debian
b.
Dengan adanya
debian ini kita bisa melakukan penghapalan syntak
yang sangat baik agar kita mudah hapal
C.
Batasan
Masalah
Dalam
hal ini Penulis hanya membahas tentang judul yang Penulis tuliskan di halaman
judul dengan batasan masalah :
1.
Konfigurasi PC
ROUTER meliputi :
-
Konfigurasi IP Sekaligus
Setting Pembelokan PORT IP
-
Konfigurasi
DHCP SERVER
-
Konfigurasi
SAMBA SERVER
2.
Konfigurasi PC
SERVER meliputi :
-
Konfigurasi IP
-
Konfigurasi Web
Server
-
Konfigurasi
Mail Server
-
Konfigurasi
Proxy Server
BAB II
KONFIGURASI
DEBIAN SERVER
DAN
KONFIGURASI
DEBIAN ROUTER
A.
Tinjauan Umum Perusahaan
1.
Sejarah Singkat Berdirinya DUTA INTERDATA
Berawal
dari selesainya pendidikan 1 tahun di sebuah lembaga komputer di Pekanbaru,
pemilik Duta Interdata yang bernama Bapak Budiansyah dan biasa dipanggil Pak
Budi, memulai karirnya dibidang komputer dengan bekerja di Inhil Teknologi
Komputer Tembilahan (IT
Komputer) pada tahun
2000. Dari sana, pemilik yang semula memang menggemari segala sesuatu tentang
komputer ini, terus menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Pada pertengahan
tahun 2000, Pak Budi diangkat menjadi instruktur Kursus Komputer oleh pemilik
Inhil Teknologi. Dari sanalah Pak Budi mulai mengajar beberapa program
komputer, antara lain Microsoft Office, Design Grafis, Audio Video, dll.
Pada tahun 2007, Pak Budi pindah kerja
ke Oby Komputer Tembilahan.Disana Pak Budi bekerja sampai akhir 2008.Setelah
itu, Pak Budi berhenti dari Oby Komputer dan mulai membuka usaha sendiri. Pada
tanggal 14 Januari 2009, berdirilah Duta Interdata, yang nama itu diambil dari
nama anak petama Pak Budi sendiri, yaitu Duta Nurfahsya.
Awal
tahun 2009 itu, Duta Interdata hanya membuka Toko Accessories Komputer karena
terbatasnya modal.Seiring dengan semakinberkembangnya Duta Interdata, awal
tahun 2010, Duta Interdata juga membuka Kursus Komputer dan Service
Komputer.Pada Tahun 2011, Duta Interdata semakin mengembangkan usaha dengan
membuka jasa pelayanan Pemasangan Jaringan (Networking), baik jaringan di
rumah, warnet maupun perkantoran.
Di
tahun 2013 , usaha yang masih berjalan di Duta Interdata adalah Penjualan
Komputer dan Accessories, Kursus
Komputer, Jasa pengetikan, Service Hardware, Install Software, Jasa Setting
Networking, termasuk pc server dan mikrotik.
Pada
tahun 2014 ini, tepatnya tanggal 23 mei 2014 pak Budi mendapat tawaran Setting VPN Server Di Bea Cukai dengan
jabatan sebagai Society of Petroleum Engineers (SPE).
1.1
Waktu
dan Tempat Prakerin
Waktu yang digunakan
dalam Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini dimulai pada 24 maret 2014 sampai
dengan 7 juni 2014 yaitu sekitar 2 bulan seminggu. Pelaksanaan Prakerin
bertempat di DUTA INTERDATA sebuah tempat service Kompurter yang berada di
Jl.Soebrantas – Tembilahan.Jadwal yang dilaksanakan ketika proses Prakerin
yaitu sebagai berikut:
Masuk
|
Istirahat
|
Pulang
|
|
Jam
|
08:00
am
|
12:30-01:00
pm
|
17:00
pm
|
Tabel 2.1 Tabel Waktu Kegiatan Prakerin
CATATAN:
þ Jadwal
berlaku setiap hari kecuali hari minggu.
þ Jadwal
tersebut berlaku atas permintaan saya sendiri.
Adapun ruangan yang
saya masuki yaitu:
a. Bagian
Penerimaan Pelanggan
b. Bidang
Instalasi Komputer
c. Bidang
Instalasi Laptop dan Notebook
d. Merakit
CPU
2. Kegiatan Usaha Duta Interdata
Kegiatan usaha yang dilaksanakan di DUTA INTERDATA yakni
sebagai berikut:
Tabel 2.2 Tabel aktifitas Duta Interdata
3.
Struktur Organisasi Duta
Interdata
Tabel 2.3
Struktur organisasi Duta Interdata
4. Aktivitas Duta Interdata
a.
Tata Tertib Duta Interdata
Disiplin sangat
dibutuhkan oleh Duta Intedata karena jika ingin berkembang harus disiplin, oleh
karena itu dibuatlah Tata Tertib sebagai berikut :
F Setiap
karyawan harus berpakaian rapi
F Karyawan
harus bersikap ramah dan sopan terhadap pelanggan
F Bertanggung
jawab dan menyelesaikan pekerjaan
F Istirahat
jam 14:00 pm untuk karyawan
F Tidak
boleh meninggalkan lokasi tanpa izin dari yang bersangkutan
F Khusus
hari jum’at karyawan libur dan Siswa prakerin yang bertanggung jawab pada hari
jum’at menggantikan karyawan
F Hari
minggu libur untuk siswa prakerin
b.
Pemeliharaan Tempat dan Lingkungan
Hidup
F Membersihkan
tempat kerja sebelum memulai pekerjaan
F Mengerjakan
kembali pekerjaan yang belum selesai sebelumnya
F Mengatur
dan merapikan kembali tempat kerja setelah selesai bekerja
F Mengembalikan
alat-alat kerja ketempat semula setelah selesai digunakan
F Membuang
sampah ketempat sampah yang disediakan
F
Menyusun barang service yang sudah dan
belum selesai dikerjakan sesuai tempatnya
B.
Laporan Hasil Praktek Kerja Industri
1.
Pelaksanaan
Kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
1.1
Telaah
Pustaka ( teori singkat )
Debian
(pengucapan /ˈdɛbiən/) adalah sebuah sistem operasi komputer yang terdiri dari
paket perangkat lunak bebas dan dirilis sebagai perangkat lunak sumber terbuka
terutama di bawah GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas
lainnya. bentuk utama, Linux Debian GNU / Linux, yang
menggunakan kernel Linux OS dan GNU tools, adalah yang populer dan berpengaruh
distribusi GNU / Linux. Hal ini didistribusikan dengan akses ke repositori
berisi ribuan paket perangkat lunak untuk instalasi dan siap digunakan. Debian
dikenal karena ketaatan pada Unix dan filosofi perangkat lunak bebas serta
menggunakan perangkat lunak kolaborasi proses pengembangan dan pengujian.
Debian dapat digunakan sebagai desktop maupun server sistem operasi...
Organisasi
Organisasi
Proyek
Linux Debian diatur oleh konstitusi dan Kontrak Sosial yang menetapkan struktur
pemerintahan proyek serta secara eksplisit menyatakan bahwa tujuan dari proyek
ini adalah pengembangan sistem operasi bebas. Debian adalah dikembangkan oleh
lebih dari seribu sukarelawan dari seluruh dunia dan didukung oleh sumbangan
melalui beberapa organisasi nirlaba di seluruh dunia. Paling penting adalah
Software ini di Public Interest, pemilik merek dagang dan Debian organisasi
payung untuk berbagai proyek perangkat lunak bebas komunitas.
Dengan
demikian, Debian Project adalah organisasi terdesentralisasi independen; itu
tidak didukung oleh perusahaan seperti lain distribusi GNU / Linux seperti
Ubuntu, openSUSE, Fedora, dan Mandriva. Biaya pengembangan semua termasuk dalam
paket Debian 4.0 Etch (283 juta baris kode), dengan menggunakan model COCOMO,
telah diperkirakan akan mendekati US $ 13 miliar. [11] Mulai April 2, 2009,
Ohloh memperkirakan bahwa basis kode dari Debian GNU / Linux proyek (45 juta
baris kode), dengan menggunakan model COCOMO, akan menelan biaya sekitar US $
819 juta untuk mengembangkan.
Fitur-fitur
Fitur-fitur
Banyak
distribusi berbasis pada Debian, termasuk Ubuntu, MEPIS, Dreamlinux, Damn Small
Linux, Xandros, Knoppix, BackTrack, Linspire, Sidux, Kanotix, Parsix dan LinEx,
antara lain.
Debian
dikenal karena pilihan yang berlimpah. Rilis stabil saat ini meliputi lebih
dari dua puluh lima thousand paket perangkat lunak untuk dua belas arsitektur
komputer. Arsitektur ini berkisar dari Intel / AMD 32-bit/64-bit arsitektur
umum ditemukan di komputer pribadi untuk arsitektur ARM umum ditemukan di
embedded system dan zSeries eServer IBM mainframe. Fitur menonjol Debian adalah
sistem manajemen paket APT, repositori dengan sejumlah besar paket, kebijakan
ketat mengenai paket, dan kualitas tinggi rilis. Praktik-praktik ini memudahkan
upgrade antara rilis serta otomatis instalasi dan penghapusan paket.
The
Debian standard install makes use of the GNOME desktop environment. It includes
popular programs such as OpenOffice.org, Iceweasel (a rebranding of Firefox),
Evolution mail, CD/DVD writing programs, music and video players, image viewers
and editors, and PDF viewers. There are pre-built CD images for KDE, Xfce and
LXDE as well. The remaining discs, which span five DVDs or over thirty CDs,
contain all packages currently available and are not necessary for a standard
install. Another install method is via a net install CD which is much smaller
than a normal install CD/DVD. It contains only the bare essentials needed to
start the installer and downloads the packages selected during installation via
APT. These CD/DVD images can be freely obtained by web download, BitTorrent,
jigdo or buying them from online retailers.
Sejarah
Sejarah
1993–1998
Debian ini pertama kali diumumkan pada tanggal 16 Agustus 1993 oleh Ian
Murdock. Murdock awalnya disebut sistem "Debian Linux Release".
Sebelum rilis Debian, Softlanding Linux System (SLS) telah pertama distribusi
GNU / Linux yang dikumpulkan dari berbagai paket perangkat lunak, dan merupakan
dasar untuk populer distro lain di 1993-1994. Miskin yang dirasakan
pemeliharaan dan prevalensi bug di SLS Murdock termotivasi untuk memulai
distribusi baru.
Pada
tahun 1993 Murdock juga merilis Debian Manifesto, menguraikan pandangannya
untuk sistem operasi baru. Di dalamnya ia menyerukan penciptaan distribusi
dipertahankan secara terbuka, dalam semangat Linux dan GNU. Ia membentuk nama
"Debian" sebagai kombinasi dari nama pertama nya kemudian pacarnya
Debra Lynn dan nama sendiri.
Proyek
Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pertama pada tahun
1994 dan 1995. Pelabuhan pertama lain, non-i386 arsitektur dimulai pada tahun
1995, dan yang pertama versi 1.x Debian dirilis pada tahun 1996.
Pada
tahun 1996, Bruce Ian Murdock Perens digantikan sebagai pemimpin proyek. Pada
tahun yang sama, sesama pengembang Ean Schuessler menyarankan bahwa Debian
harus membangun kontrak sosial dengan para penggunanya. Dia suling hasil
diskusi di milis Debian ke Kontrak Sosial Debian, dan Debian Free Software
Guidelines, mendefinisikan komitmen mendasar untuk pengembangan distribusi. Ia
juga memprakarsai pembentukan organisasi payung hukum, Software di Kepentingan
Umum.
Perens
meninggalkan proyek pada tahun 1998 sebelum rilis glibc pertama berbasis
Debian, 2.0.
1999–2004
1999–2004
Proyek
terpilih pemimpin baru dan membuat dua lebih 2.x rilis, masing-masing termasuk
lebih port dan paket. Advanced Packaging Tool ini digunakan selama waktu dan
port pertama non-kernel Linux, Debian GNU / Hurd, dimulai. Distribusi Linux
yang pertama berbasis pada Debian, yaitu Libranet, Corel Linux dan Stormix's
Storm Linux, yang dimulai pada tahun 1999. 2.2 rilis pada tahun 2000
didedikasikan untuk Joel Klecker, seorang pengembang yang meninggal karena
Duchenne distrofi otot.
Pada
akhir 2000, proyek membuat perubahan besar untuk mengarsipkan dan melepaskan
manajemen, proses arsip perangkat lunak reorganisasi baru "paket
renang" dan menciptakan distribusi pengujian sebagai yang berkelanjutan
dan relatif stabil wilayah pemanggungan untuk rilis berikutnya. Pada tahun yang
sama, para pengembang mulai memegang debconf konferensi tahunan yang disebut
dengan pembicaraan dan lokakarya untuk para pengembang dan pengguna teknis.
Pada
bulan Juli 2002, Proyek merilis versi 3.0, nama kode kayu, (setelah karakter di
film Toy Story, sebuah tren yang berlanjut hingga sekarang), sebuah rilis
stabil yang akan melihat relatif sedikit pembaruan sampai rilis berikut.
Panjang
siklus rilis yang dipekerjakan oleh Proyek Debian selama waktu ini menarik
banyak kritik dari komunitas perangkat lunak bebas, dan ini memicu penciptaan
Ubuntu pada tahun 2004, sampai saat ini salah satu yang paling berpengaruh
Debian garpu.
2005-sekarang
2005-sekarang
Sarge
3,1 rilis yang dibuat pada bulan Juni 2005. Ada banyak perubahan besar dalam
rilis sarge, kebanyakan karena besar waktu yang dibutuhkan untuk membekukan dan
melepaskan distribusi. Tidak hanya melakukan update rilis ini lebih dari 73%
dari software dikirim dalam versi sebelumnya, tetapi juga mencakup jauh lebih
lunak daripada rilis sebelumnya, hampir dua kali lipat ukuran dengan 9.000
paket baru. Installer baru menggantikan boot-floppy penuaan installer dengan
desain modular. Hal ini memungkinkan instalasi lanjutan (dengan RAID, XFS dan
dukungan LVM) termasuk deteksi hardware, membuat instalasi lebih mudah bagi
pengguna pemula. Sistem instalasi juga menyombongkan penuh dukungan
internasionalisasi sebagai perangkat lunak diterjemahkan ke dalam hampir empat
puluh bahasa. Instalasi manual dan komprehensif catatan rilis dibebaskan dalam
sepuluh dan lima belas bahasa yang berbeda masing-masing. Rilis ini meliputi
upaya Debian-Edu/Skolelinux, Debian-Med dan Debian-Accessibility sub-proyek
yang meningkatkan jumlah paket pendidikan dan mereka yang memiliki afiliasi
medis serta paket yang dirancang khusus untuk para penyandang cacat
Pada
tahun 2006, sebagai hasil dari banyak dipublikasikan sengketa, perangkat lunak
Mozilla namanya pun kembali berganti dalam Debian, dengan Firefox menjadi
Iceweasel, Thunderbird menjadi Icedove, bersama dengan program Mozilla lain.
Mozilla Corporation menyatakan bahwa Debian tidak boleh menggunakan merek
dagang Firefox jika mendistribusikan Firefox dengan modifikasi yang belum
disetujui oleh Mozilla Corporation. Dua alasan yang menonjol Debian Firefox
memodifikasi perangkat lunak untuk mengubah karya seni, dan untuk menyediakan
patch keamanan. Debian Free Software Guidelines menganggap karya seni Mozilla
non-free. Debian menyediakan dukungan jangka panjang untuk versi Firefox di
rilis stabil, di mana Mozilla lebih suka yang versi lama tidak didukung.
Perangkat lunak sebagian besar program yang dikembangkan oleh Mozilla
Corporation itu diganti merek tetapi program 'kode sumber tetap sama hanya
dengan perbedaan kecil.
Debian
4.0 (etch) dirilis April 8, 2007 untuk jumlah yang sama seperti pada sarge
arsitektur. Ini termasuk pelabuhan AMD64 tapi menjatuhkan dukungan untuk m68k.
Pelabuhan yang m68k Namun, masih tersedia dalam distribusi tidak stabil. Ada
sekitar 18.200 paket binari dikelola oleh lebih dari 1.030 pengembang Debian.
Debian
5.0 (lenny) diluncurkan 14 Februari 2009 setelah 22 bulan pembangunan. Ini
mencakup lebih dari 25.000 paket perangkat lunak. Dukungan ini telah
ditambahkan untuk Marvell's Orion platform dan untuk netbook seperti Asus Eee
PC. Rilis didedikasikan untuk Thiemo Seufer, pengembang aktif dan anggota
masyarakat yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada 26 Desember 2008.
Debian server adalah sebuah komputer
yang difungsikan sebagai server suatu jaringan berguna juga sebagai tempat
penampungan data, cache dan sebagainya dari komputer client.Sedangkan debian
Router adalah sebuah komputer yang digunakan untuk Mengubah IP.
1.2
Persiapan Kerja Alat dan Bahan
Adapun persiapan alat
yang dibutuhkan untuk konfigurasi debian server dan router ini adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 komputer server dan router
Gambar 2.3 Monitor LCD
Gambar 2.4 Dua Buah Lan Card
(kartu jaringan)
Gambar 2.5 modem Speedy
Gambar 2.6 kabel stright dan kabel cross
Gambar 2.7 Switch
Gambar 2.8 CPU untuk admin
Gambar 2.9 CPU untuk client
Gambar 2.10 Kaset Debian 1 dan Debian 2
1.3
Gambar dan Langkah Kerja
a.
Konfigurasi IP
PC
Router
Login ke system
Debian yang sudah kita install sebelumnya dengan format text. Dengan
menggunakan super user yakni “root” masukkan password yang sudah kita buat sebelumnya.
Saat memasukkan password, password memang tidak di tampilkan dalam bentuk
apapun, seperti terlihatpada gambar dibawah:
Gambar 2.11 Login PC
Router dengan super user
Selanjutnya
setelah login kita akan mengkonfigurasi IP pada masing-masing Lan card yang
sudah terpasang di PC Router dengan mengetikkan syntak seperti berikut “nano /etc/network/interfaces” (tanpa
tanda kutip) maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
![]() |
| Gambar 2.12 Syntak untuk masuk ke interface ethernet |
Tekan enter dua
kali di baris kata paling akhir setelah masuk ke interface seperti gambar.
Sekarang kita lanjut konfigurasi IP router yang kita inginkan, dalam
konfigurasi ini saya akan memberikan ip sebagai berikut:
Ø Lan Card eth0 dengan ip sebagai berikut:
Address = 192.168.1.7
( Ip address untuk eth0 kita ambil dari jaringan modem)
netmask
255.255.255.0
network 192.168.1.0 (
adalah ip paling rendah)
broadcast
192.168.1.255 (adalah ip terakhir dari sebuah network)
gateway 192.168.1.1 (
ip modem)
Ø Lan Card eth1 dengan
ip sebagai berikut:
Address =
192.168.50.1( Ip address untuk eth1 sebagai gateway client)
netmask
255.255.255.0
network 192.168.50.0 (
adalah ip paling rendah)
Ø Lan Card eth2 dengan ip sebagai berikut:
Address = 192.168.90.1
( Ip address untuk eth2 sebagai gateway Server)
netmask
255.255.255.0
network 192.168.90.0 (
adalah ip paling rendah)
Gambar 2.15 Setelah ip di konfigurasikan (eth2)
Setelah
selesai, simpan konfigurasi IP-nya dengan cara tekan tombol ctrl+x pilih y. Lanjut ke konfigurasi resolv.conf
untuk mengedit name server internet dengan mengetikkan syntak “nano /etc/resolv.conf” seperti terlihat di gambar berikut ini :
Gambar 2.16 Pengetikkan syntak resolv.conf
Tekan enter
lalu ketikkan ip DNS Internet yang kita gunakan, saya menggunakan DNS Amerika yaitu nameserver
202.134.0.155 itu adalah nameserver
internet yang saya gunakan. Pengetikkannya seperti gambar berikut :
Gambar 2.17 Pengetikan nameserver internet
Kita simpan
konfigurasinya dengan menekan tombol ctrl+x
pilih y. Selanjutnya kita edit file
sysctl.conf dengan mengetikkan syntak berikut
“nano /etc/sysctl.conf ” kemudian cari kata ip_forward=1 dan hilangkan tanda pagar pada bagian terlihat seperti gambar berikut:
Gambar 2.19 Setelah di hilangkan pagar Di ip_forward-nya
Simpan
konfigurasinya dengan menekan ctrl+x
pilih y. Kemudian kita restart
networknya untuk memastikan konfigurasi benar dan menyimpan konfigurasi
sebelumya agar ketika komputer di restart konfigurasi tidak hilang, untuk itu
kita perlu merestart networknya dengan perintah /etc/init.d/networking restart,
jka konfigurasi telah benar maka tampilannya seperti gambar berikut:
Gambar 2.20 Restart network
Setelah konfigurasi
diatas sudah dipastikan sempurna, kita lanjut konfigursai file rc.local dengan mengetikkan syntak “nano /etc/rc.local” seperti berikut:
Gambar 2.21 Pengetikkan syntak
Setelah msauk file rc.local pindahkan kursor di atas kata
exit seperti gambar berikut:
Gambar 2.22 Sebelum
konfigurasi rc.local
Kemudian
pada baris tersebut ketikkan syntak berikut ini:
iptables -A POSTROUTING –t nat –o eth0 –j MASQUERADE
Seperti
terlihat seperti gambar berikut:
Gambar 2.23 Setelah di
konfigurasi
Simpan konfigurasinya dengan menekan tombol ctrl+x pilih y lalu enter.
Selanjutnya restart komputer dengan
perintah reboot.
Gambar 2.24 Perintah
restart komputer
Selanjutnya setelah komputer restart, ulangi login dengan
super user root, pasang kabel straight dari port lan Pertama di PC router ke
modem. Kemudian test ping dari Pc router
ke modem untuk memastikan sudah terhubung ke modem dengan perintah ping 192.168.1.1 jika ada reply maka berhasil sudah konfigurasi Ip-nya.
Seperti terlihat pada gambar berikut:
Gambar
2.25 Test ping dari pc
router ke modem
Jika
ping tidak berhasil coba pindahkan kabel
straight tadi ke port lan yang lain Di PC Router, karena bisa saja eth0 bukan
terkonfigurasi pada port pertama. Setelah itu coba pasang kabel cross port lan
kedua di PC Router ke PC Client, kemudian masukkan ip di client dengan cara,
klik kanan pada lambang lan seperti terlihat pada gambar:
Gambar 2.26 open network
sharing center
Masuk ke settingan ipv4 Lan, kemudian masukkan ip dan simpan
konfigurasinya seperti gambar berikut:
Gambar 2.27 memasukkan ip
secara manual
Setelah
konfigurasi Ip client selesai, cobalah ping dari Client ke router juga dari
router ke Client. Jika proses ping sudah berhasil, berarti tahap konfigurasi ip
telah selesai.
b.
Konfigurasi DHCP Server di Router
DHCP Server
adalah sebuah sistem yang akan memberikan client Ip secara otomatis, yang telah
nterkonfigurasi pada sebuah serever. Instalasi DHCP Server sangat diperlukan
jika jumlah client cukup banyak.Jadi
kita tidak perlu memberikan IP secara manual pada tiap-tiap komputer
client. Untuk
instalasi paket DHCP Server Masukkan DVD
Debian 1,
kemudian Install paket DHCP3
Server dengan perintah “apt-get install
dhcp3-server” kemudian tekan enter maka akan muncul tampilan
seperti berikut:
Gambar 2.28 Syntak instalasi dhcp server
Tekan y
untuk melanjutkan instalasi setelah proses instalasi dhcp-server selesai
akan terlihat seperti gambar berikut:
Gambar 2.29 setelah instalasi dhcp-server selesai
Mengapa
terlihat pada gambar diatas ada kata failed! ??? karena
kita belum menkonfigurasi ip server yang akan di dhcp. Oleh karena itu kita lanjut ke konfigurasinya dengan cara
masuk dahulu ke directory dhcp dengan perintah “cd /etc/dhcp” , seperti gambar berikut ini:
Gambar 2.30 syntak masuk ke directory dhcp dan
setelah masuk
kedirectory dhcp-nya
Setelah
masuk kedirectory dhcp langsung saja kita konfigurasi Ip dhcp yang akan kita gunakan
dengan perintah “nano dhcpd.conf”
kita enter akan timbul layar tampilan file dhcp, kita tekan ctrl+w lalu ketikkan kata slight untuk mencari kata tersebut
seperti terlihat pada gambar:
Gambar 2.31 syntak untuk masuk file konfigurasi ip dhcp
Gambar 2.32 untuk mencari kata slight
Setelah kata slight
ditemukan akan terlihat seperti gambar berikut:
Gambar 2.33 Tampilan sebelum dhcp di konfigurasi
Hilangkan tanda
pagar seperti yang terlihat pada gambar diatas yang diberi warna
kuning.Selanjutnya pada kata subnet 10.5.5.0 ubah menjadi subnet atau etwork eth1 kita yaitu 192.168.50.0. Pada
netmask 255.255.255.224 kita ubah
menjadi netmask 255.255.255.0 sesuai
dengan netmask yang kita gunakan. Kemudian lanjut untuk batasan ip yang akan di
dhcp-kan yaitu pada range ip-nya kita ubah menjadi range 192.168.50.7 192.168.50.25
ip tersebut berarti batas penggunaan ip secara dhcp yaitu dari 7 sampai 25.
Kemudian pada option domain-name-server kita masukkan ip PC Server yang akan
kita buat beserta DNS google yaitu 8.8.8.8 , kali ini saya akan membuat PC
Server dengan IP 192.168.90.2 jadi kita masukkan ip tersebut seperti ini option domain-name-server
192.168.90.2,8.8.8.8 langkah selanjutnya kita ganti option domain-name nya
dengan domain yang akan kita buat di server yaitu option domain-name “mahmudhasanudin.com” selanjutnya pada option routers
kita masukkan ip router eth1 yaitu option routers 192.168.50.1 terakhir
kita ganti option broadcast-address
dengan broadcast kita yaitu option
broadcast-address 192.168.50.255 untuk memastikan benar tidaknya penempatan
ip-ipnya lihatlah gambar berikut :
Gambar 2.34 Tampilan file dhcp yang dikonfigurasi
Jika
konfigurasi sudah dipastikan benar dan cocok seperti gambar diatas, simpanlah
konfigurasi tersebut dengan menekan tombol ctrl+x
pilh y. Selanjutnya kita akan
menentukan sbetulnya Ip ethernet yang mana yang kita ambil tersebut? Ip yang
kita ambil tersebut adalah dari interface ethernet1 (eth1) oleh karena itu kita
harus memilih interface eth1 dengan perintah berikut:
nano /etc/default/isc-dhcp-server
Gambar 2.35 Syntak untuk masuk ke interface dhcp
Gambar 2.36 Tampilan sebelum di konfigurasi
Setelah masuk ke
interface dhcp kita akan mengeditnya dengan menambahkan kata eth1 diantara
kutip pada gambar diatas, atau langsung saja lihat pada gambar berikut:
Gambar 2.37 Tampilan setekah dikonfigurasi
Simpan
konfigurasinya dengan menekan tombol ctrl+x pilih y. Setelah konfigurasi
disimpan, kita restart konfigurasinya dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server
restart ulangi dua kali restart agar konfigurasi benar-benar sudah
terestart,pada saat restart dhcp yang pertama memang ada failed!, jika sudah
dua kali direstart masih ada kata failed! Berarti konfigurasi masih ada yang
salah. Tetapi jika sudah dua kali restart tidak ada lagi kata failed !berarti
konfigurasi telah berhasil seperti yang terlihat pada gambar berikut:
Gambar 2.38 restart dhcp-server
Jika
proses konfigurasi dhcp server telah benar, kita akan coba test dhcp servernya
di pc client. Hubungkan kabel cross dari pc router ke pc client, kemudian di pc
client masuk ke pengeditan ip Local area
network
> properties > internet protocol ipv4 > ubah menjadi auto semua.
Seperti pada gambar berikut:
Gambar
2.39 Setting IP client
Jika
sudah dikonfigurasi ip secara otomatis maka pc client tadi akan mendapatkan ip
yang diberikan oleh pc router. Seperti terlihat pada gambar berikut ini:
Gambar
2.40 IP yang diberikan
router
Terlihat
pada gambar diatas ip yang diberikan dari dhcp pc router ke Client yaitu 192.168.50.7, mengapa ip yang diberikan
192.168.50.7? karena ip tersebut
adalah ip yang kita masukkan di range dhcp Pc router sebelumnya, yakni batasan
ip yang diberikan ke Client. Tahap
KonfigurasiDHCP Server telah selesai kita lanjut tahap berikutnya yakni Konfigurasi Samba server.
c.
Konfigurasi
Samba Server di Router
Apa itu Samba Server?,
Samba Server adalah semacam wadah untuk para client berbagi data mereka dalam
jangkauan Local. Dengan fasilitas keamanan yang cukup baik, jadi para Client
bisa sharing data menggunakan Samba Server ini. Dalam sistem Samba server ini
pengguna harus login menggunakan Username dan password yang telah diberikan
kepada masing-masing client, mereka bisa mensharing data secara public maupun
perorangan. Langsung saja kita
lanjutkan ke konfigurasi Samba Server. Dalam
konfigursai samba server Kita perlu
menginstall beberapa paket yaitu samba,
samba-client dan swat masukkan DVD Debian 1 kemudian ketikkan perintah
apt-get install samba samba-client swat
pengetikkan syntak bisa dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 2.41 Syntak instalasi samba,samba-client
dan swat
Tekan enter kemudian saat diminta worgroup/domain name enter
saja langsung, seperti terlihat di gambar berikut ini:
Gambar 2.42 Pilihan memasukkan workgroup
Kenapa langsung kita enter saja?
Karena kebanyakn cpu client menggunakan default workgroup yakni workgroup jika
kita ingin mengubahnya menjadi workgroup lain bisa juga, tetapi PC Client harus
kita ubah worgroupnya juga. Setelah selesai instalasi paketnya, kita buat group
sharing di sistem Samba dengan mengetikkan perintah addgroup- –system sharing
Gambar 2.43 membuat group sharing di sistem
Jika penambahan group sudah Done berarti group sharing sudah di
tambahkan kesistem. Selanjutnya untuk mengizinkan pembuatan user di sistem
sharing kita harus mengetikkan syntak berikut:
adduser
-–system sharing –-ingroup sharing
Gambar 2.44 Syntak pengiziznan pembuatan user di
sistem sharing
Setelah mengetikkan syntak
pengiziznan pembuatan user di sistem sharing, kita diminta untuk membuat folder
/home/sharing. Oleh karena itu kita
harus membuat folder sharing dengan perintah mkdir /home/sharing/
Gambar 2.45 Membuat folder /home/sharing
Setelah folder dibuat kita ambil
alih hak access nya dengan mengetikkan perintah chmod –R 755 /home/sharing/
Gambar 2.46 Mengambil alih hak access
Kemudian kita menambahkan user di
group staff dengan perintah adduser
(nama user) --ingroup
staff kali ini saya akan
membuat user dengan nama komputer
jadi pengetikkan syntaknya yaitu adduser
komputer –ingroup staff masukkan
password dan ulangi passwordnya seperti terlihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.47 Penambahan user di group staff
Kita bisa membuat user sesuai
dengan kebutuhan dan banyaknya client. Setelah pembuatan user selesai, kita
akan membuat folder yang akan disharing dengan mengetikkan perintah:
mkdir
/home/sharing/staff/ untuk membuat folder staff yang
disharing kemudian buat juga folder public dengan mengetikkan perintah mkdir /home/sharing/public/ atau lihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.48 Membuat folder staff dan public
Setelah folder di buat kita akan
membuat file yang ada di staff itu bisa masuk ke public dan file yang ada di
buat di public bisa juga dilihat di folder staff dengan perintah :
chown
–R sharing.staff /home/sharing/staff/
chown
–R sharing.staff /home/sharing/public/ atau lihat pada
gambar berikut:
Gambar 2.49 Membuat file saling berbagi
Setelah syntak datas dijalankan
selanjutnya kita ubah hak aksesnya staff jadi 0774 dan public 0777 dengan
perintah berikut ini :
chmod
–R
774 /home/sharing/staff/
chmod
–R 777
/home/sharing/public/ atau
lihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.50 Mengambil alih hak akses
Setelah semuanya sudah beres kita
lanjut mengedit file samba dengan perintah nano
/etc/samba/smb.conf atau
lihat pda gambar berikut ini:
Gambar 2.51 Syntak untuk mengedit file samba
Setelah syntak tersebut kitya enterkan, akan timbul tampilan
seperti ini:
Gambar 2.52 Mencari kata security = user
Tekan ctrl+w
kemudian ketikkan kata security = user
untuk mencari kata tersebut,
setelah kata tersebut ditemukan hilangkan tanda pagar pada awal kata tersebut,
untuk apa dihilangkan tanda pagar tersebut? Tanda pagar tersebut dihilangkan
agar Client yang mau masuk ke Sharingan File PC router harus memiliki password
untuk mengaksesnya.
Berikut ini gambarnya:
Gambar 2.53 Sebelum dihilangkan tanda pagarnya
Gambar 2.54 Setelah dihilangkan tanda pagarnya
Setelah mengedit bagian security = user kita lanjut menambahkan
syntak untuk akses folder staff dan public yaitu dengan menambahkan syntaknya
di baris paling bawah atau bisa tekan ctrl+w
kemudian ketikkan kata postexec
seperti gambar berikut ini:
Gambar 2.55 Mencari kata Postexec
Setelah kata tersebut
ditemukan enter 2 kali ke bawah seperti gambar berikut:
Gambar 2.56 Enter 2 kali dari baris paling akhir
Setelah dienter 2 kali dari baris akhir langsung saja
ketikkan syntak berikut:
[staff]
path = /home/sharing/staff/
browseable = yes
writeable = yes
create mask = 0774
force create mode = 0774
directory mask = 0774
force directory mode = 0774
valid users = komputer
[public]
path = /home/sharing/staff/
browseable = yes
writeable = yes
create mask = 0777
force create mode = 0777
directory mask = 0777
force directory mode = 0777
valid users = komputer
bisa juga lihat di gambar berikut ini;
Gambar 2.57 Memberi hak browse Folder
Simpan konfigurasi diatas
dengan menekan tombol kombinasi ctr+x pilih y. Kemudian kita akan memberikan password User komputer agar bisa
login di foldersharingan router dengan perintah smbpasswd –a komputer saya beri
password 1 kemudian konfirmasi
passwordnya. Lihat gambar berikut ini:
Gambar 2.58 Memberikan password samba
Setelah selesai memberikan password,
kita restart konfigurasi sambanya dengan perintah service samba restart jika
konfigursaib telah benar maka hasilnya adalah seperti gambar berikut:
Gambar 2.59 Restart konfigurasi samba
Selesai sudah konfigurasi samba server di Pc Router tinggal
test di PC Client apakah samba terssebuta berjalan dengan baik atau tidak.
Masuk
ke pc client buka My Computer >Network
Gambar 2.60 Membuka komputer router
Saat kita buka network pc router
MAHMUD otomatis akan meminta username dan password seperti gambar berikut:
Gambar 2.61 meminta password dan username
Masukkan username komputer dan password
sambanya. Kemudian ok kan, setelah login akan terlihat folder yang kita buat
sebelumnya seperti gambar berikut:
Gambar 2.62 Terlihat folder yang kita buat sebelumnya
Kita coba buka folder staff untuk
membuktikan apakah folder bisa diakses atau tidak kemudian buat sebuah folder
di folder staff tadi untuk membuktikan apakh kita memiliki aksess menulis file
di dalam folder tersebut.
Gambar 2.63 Membuat Folder di folder staff
Gambar 2.64 Sukses membuat folder di folder staff
Sekian konfigurasi samba server
yang saya uraikan, sebenarnya masih banyak kegunaan samba server, yakni bisa
sharing printer admin kemudian Client bisa mengeprint lewat PC-nya selanjutnya kita tinggal konfigurasi di PC server.
d.
Konfigurasi
IP PC Server
Login lah terlebih dahulu di PC
Server dengan menggunakan super user root.Kemudian ketikkan perintah nano
/etc/network/interfaces.Dalam tahap konfigurasi ip PC Server ini kita akan
membuat dua buah IP alias yaitu IP untuk
web server dan mail server. Ip yang akan kita gunakan yaitu mengikuti IP dari
ethernet 2 di PC router yaitu 192.168.90.1 digunakan sebagai gateway. Berikut IP yang akan kita masukkan
dikonfigurasi ip pc Server.
auto eth0
iface eth0 inet static
address
192.168.90.17
netmask
255.255.255.0
network
192.168.90.0
broadcast
192.168.90.255
gateway
192.168.90.1
auto eth0:0
iface eth0:0 inet static
address
192.168.90.17
netmask
255.255.255.0
auto eth0:1
iface eth0:1 inet static
address
192.168.90.27
netmask
255.255.255.0
bisa juga dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.65 Konfigurasi IP pc Server
Simpan konfigurasi IP PC Server ,
kita lanjutkan mengedit file hosts dengan perintah nano /etc/hosts
Gambar 2.66 Syntak mengedit hosts
Kemudian edit pada baris kedua atau bisa lihat pada gambar
berikut ini:
Gambar 2.67 Sebelum dikonfigurasi
Gambar 2.68 Setelah dikonfigurasi
Simpan konfigurasinya kemudian
lanjutkan mengedit hostname dengan mengetikkan perintah nano /etc/hostname
Gambar 2.69 Syntak untuk mengedit hostname
Jika saat instalasi sistem
debiannya sudah ada hostname akan diberikan secara otomatis jika kita mengedit
pada file ini, lihatlah gambar berikut ini:
Gambar 2.70 Hostname
Simpan konfigurasinya kemudian
restart networknya dengan perintah /etc/init.d/networking
restart jika konfigurasi telah benar maka akan timbul tampilan berikut ini
setelah direstart networknya.
Gambar 2.71 Restart konfigurasi network sukses
Setelah sukses
konfigurasi IP address untuk PC Server
dan juga untuk IP Alias web Server dan Web Mail,selanjutnya kita akan
konfigurasi web server.
e.
Konfigurasi Web Server
Masukkan DVD
Debian 1, tambahkan DVD tersebut dengan perintah apt-cdrom add kemudian install paket Bind9 dengan
perintah apt-get install bind9 seperti
gambar berikut ini:
Gambar
2.72 Syntak Bind9
Setelah selesai menginstall paket
bind9 selanjutnya kita masuk ke settingan default-zones
dengan perintah nano
/etc/bind/named.conf.default-zones. Untuk mengedit default zones localhost
default menjadi domain kita. Seperti terlihat pada gambar berikut ini:
Gambarr 2.73 syntak masuk ke Default-zones
Gambar 2.74 Tampilan awal default-zones
Kata-kata yang diberi tanda merah adalah bagian yang akan kita edit.
Berikut seperti gambar di bawah ini :
Gambar 2.75 setelah default-zones diedit
Simpan konfigurasinya dengan menekan ctrl+x pilh y. Kemudian
copy default db.local ke local mahmud, dan db.127 ke db.192 dengan
perintah berikut ini:
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/mahmud
cp
/etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192
Gambar 2.76 mencopy file default local ke local milik
kita
Setelah mengcopy file
telah selesai saatnya melakukan pengeditan isi file /bind/mahmud dengan
perintah nano /etc/bind/mahmud setelah syntak tersebut diketikkan dan
dijalankan akan timbul tampilan default local seperti gambar berikut ini:
Gambar 2.77 Tampilan awal default local
Bagian yang diberi tanda
merah itu adalah bagian yang akan kita edit sebagian dengan ip server, ip alias
dan domain yang kita buat seperti gambar berikut:
Gambar 2.78 setelah default local diedit dengan domain
kita
Selanjutnya kita edit juga
db.192 dengan perintah nano
/etc/bind/db.192 akan timbul tampilan awal seperti gambar berikut:
Gambar 2.79 Tampilan awal db.192
Edit pada bagian yang bertanda merah dengan domain dan ip
yang kita gunakan seperti gambar berikut:
Gambar 2.80 Tampilan db.192 setelah diedit
Setelah di edit simpan konfigurasinya dengan menekan tombol ctrl+x pilih y.
Selanjutnya kita akan mengedit file resolv.conf
dengan perintah nano
/etc/resolv.conf kemudian masukkan
nameserver yaitu Ip PC Server anda yaitu 192.168.90.7
dan domainnya yaitu mahmudhasanudin.com seperti
gambar berikut :
Gambar 2.81 Tampilan file resolv.conf setelah di edit
Simpan konfigurasinya
dengan menekan tombol ctrl+x pilih y. Setelah disimpan restart konfigurasi
file bind9 dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart jika
konfigurasinya selesai. Kita check lookup IP yang telah kita masukkan telah
sukses dan benar konfigurasinya dengan perintah nslookup www.mahmudhasanudin.com , nslookup ns.mahmudhasanudin.com dan
nslookup mail.mahmudhasanudin.com,
jika konfigurasinya telah sukses maka akan terlihat ipnya seperti gambar
berikut ini:
Gambar 2.82 Tampilan ip web server yang telah
terkonfigurasi
Kofigurasi ip untuk
masing-masing web dan webmail telah selesai, kemudian kita akan menginstall
paket apache2 dan links masukkan DVD Debian 1 kemudian
install paketnya dengan perintah apt-get
install apache2 links
Gambar 2.83 Syntak instalasi
paket apache2 dan links
Setelah proses
penginstalan selesai masuk e directory sites-available dengan perintah cd /etc/apache2/sites-available setelah
masuk kedirectorynya copy default ns dan
www dengan perintah cp default ns dan cp default www seperti
gambar berikut ini:
Gambar 2.84 masuk directory
sites-available dan
mencopy default ns
dan www
setelah file default ns
dan www di copy selanjutnya kita akan
edit dari masing-masing file yang telah kita copy tersebut menjadi link untuk
ns dan www dengan perintah nano ns untuk
edit file ns seperti gambar berikut:
Gambar 2.85 tampilan file default ns
Pada bagian yang bertanda
merah adalah bagian yang akan kita edit menjadi web milik kita yaitu ns.mahmudhasanudin.com seperti gambar
berikut:
Gambar 2.86 File ns setelah di edit
Setelah
file ns diedit lanjut untuk mngedit file www dengan perintah nano www edit seperti gambar berikut
ini:
Gambar 2.87 file www yang telah diedit
Setelah konfigurasi ns dan www telah selesai, disable-kan
file ns dan www defaultnya dengan perintah a2dissite
default, kemudian enable-kan file
ns dan www dengan perintah a2ensite
ns www bisa dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.88 Mematikan default dan mengaktifkan ns dan www
Selanjutya masuk ke directory www dengan perintah cd /var/www kemudian buat directory ns dan www dengan
perintah mkdir ns dan mkdir www agar bisa meng-copy-kan file index.html ke directory tersebut. Kemudian copy-kan file index.html ke directory ns dan www dengan perintah cp index.html ns/ untuk mengcopykan file index.html ke directory ns dan cp
index.html www/ untuk mengcopykan
file index.html ke directory www.
Setelah pengcopyan selesai restart konfigurasi apache2 dengan perintah /etc/init.d/apache2 restart.
Gambar 2.89 membuat directory,mencopy file dan restart
apache2
Setelah selesai merestart
konfigurasi apache2 links selanjutnya
kita akan mencoba hasil dari konfigurasi
web server kita dengan mencoba browse dengan perintah links mahmudhasanudin.com untuk ke link domain kita, links
ns.mahmudhasanudin.com untuk ke link ns, dan links www.mahmudhasanudin.com untuk ke link web server yang kita buat.
Gambar 2.90 Browse ke web server
Gambar 2.91 Tampilan default web server
Untuk keluar dari link tersebut
tekan tombol Q pada keyboard
kemudian pilih yes.
Gambar 2.92 Pilih yes untuk keluar dari link
Jika mau merubah kata-kata dalam
file index.html di ns dan www ketikkan perintah nano /var/www/ns/index.html untuk mengedit file index.html di ns, nano /var/www/www/index.html untuk
mengedit file index.html di www, edit pada bagian kata yang berwarna putih,
lihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2.93 file ns yang telah diedit
Tahap konfigurasi web server telah
selesai, lanjut ke tahap berikutnya yaitu membuat wb mail server.
f. Konfigurasi
mail server
Apa itu mail server? Mail server adalah sebuah layanan
dari paket debian untuk membuat sebuah layanan email seperti email yahoo, gmail
dan lain sebagainya. Hanya saja email
ini tidak luas atau hanya sebatas jika masuk ke jaringan yang memberi layanan
web mail ini. Dalam membuat layanan web mail ini saya akan mengunakan tampilan webmail squirrelmail
yang telah tertanam di debian ini. Langkah pertama masukkan DVD Debian 1
kemudian install paket postfixdengan perintah apt-get install postfix.
Gambar 2.94 Syntak menginstall
paket postfix
Setelah dienter pilih oke pada pilihan
berikut ini:
Gambar 2.95 Postfix configuration
Setelah
dipilih ok, selanjutya pilih internet
sitepada pilihan berikut ini:
Gambar 2.97 Pilih internet site
Selanjutnya pada sistem mail name ubah
menjadi mahmudhasanudin.com
Gambar 2.98 Sistem mail name belum diedit
Gambar 2.99 sistem
mail name setelah diedit
Setelah selesai install
paket postfix selanjutnya kita akan menginstall
paket courier-imap dan courier-pop, masukkan DVD Debian 2
ketikkan perintah apt-cdrom add untuk
menambahkan DVD 2, kemudian install kedua paket dengan perintah apt-get install courier-imap courier pop tunggu
prosesnya, kemudian akan meminta memasukkan DVD debian 1, masukkan DVD Debian 1
kemudian enter seperti gambar berikut ini:
Gambar 2.100 Syntak
install courier-imap dan courier-pop
Gambar 2.101 Meminta DVD Debian 1
Setelah meminta DVD Debian 1 jika dienter dan proses
berjalan kemudian meminta DVD Debian 2 masukkanlah lagi DVD Debian 2 kemudian
enter.
Gambar 2.102 Meminta DVD Debian 2
Setelah dimasukkan DVD Debian 2 akan timbul pilihan di configuring courier-base kita pilih yes.
Gambar 2.103 Configuring courier-base
Setelah
dipilih yes, selanjutnya kita harus membuat directory
Maildir dengan perintah maildirmake /etc/skel/Maildir/seperti
gambar berikut:
Gambar
2.104 membuat directory Maildir
Setelah dibuat directory Maildir,
selanjutnya kita mengedit file postfix dengan mengetikkan perintah nano /etc/postfix/main.cf kemudian
tambah kan di paling bawah dari isi file postfix syntax home_mailbox =
Maildir/ seperti gambar berikut ini:
Gambar
2.105 Penambahan syntak di file postfix
Simpan konfigurasinya, kemudian buat
dua buah user untuk minimal dalam konfigurasi mail server ini. Saya akan
membuat user yang pertama yaitu admin dan
user yang kedua adalah user. Untuk
user pertama buat usernya dengan perintah adduser
admin kemudian enter, masukkan passwordnya, beri nama pengguna kemudian
enter samp[ai habis pilih y.
Gambar
2.106 Membuat user admin
user
yang kedua adalah user buat usernya
dengan perintah adduser user kemudian
enter, masukkan passwordnya, beri nama pengguna kemudian enter samp[ai habis
pilih y.
Gambar
2.107 Membuat user user
Setelah
pembuatan dua user selesai, kita reconfigure
postfix dengan perintah dpkg-reconfigure
postfix
Pilih = ok
general
type mail = internet site
system
mail = mahmudhasanudin.com
root
and poostmaster = biarkan apa adanya
other
destination…. = biarkan apa adanya
force
synchronous… = no
local
network = tambah angka di paling akhir 0.0.0.0/0
Gambar
2.108 Local network
use
procmail = no
mailbox
size = 0
local
address extention = +
internet
protocol = ipv4
setelah reconfigurasi postfix selesai, selanjutnya kita harus merestart
konfigurasi postfix,courier-imap dan
courier-pop dengan perintah /etc/init.d/postfix restart untuk
restart postfix, /etc/init.d/courier-imap
restart untuk restart courier-imap dan /etc/init.d/courier-pop
restart untuk restart courier-pop, seperti pada gambar berikut ini:
Gambar
2.109 restart konfigurasi
Setelah selesai restart
konfigurasinya, berarti mail server anda telah berhasil, kita coba mengirim
pesan dengan perintah telnet
mail.mahmudhasanudin.com 25 (untuk masuk ke system mail) enter kemudian
ketikkan mail from: admin (user yang
akanmengirim pesan email)enter ketikkan lagi rcpt to: user (user yang akan menerima pesan email) enter kemudian
ketikkan data (untuk menuliskan
pesan)enter, kemudian tulis pesan yang mau dikirim (setiap setelah selesai
penulisan email harus dienter sekali, kemudian di beri tanda titik (.) untuk
mengakhirinya. Untuk keluar ketikkan quit pada akhir setelah tanda titik tadi
seperti gambar berikut ini:
Gambar
2.110 Mengirim pesan email
Untuk memperindah tampilannya kita
gunakan paket squirrelmail dengan
perintah apt-get install squirrelmail
Gambar 2.111 Syntak instalasi paket
squirrelmail
Setelah
dienter akan meminta DVD Debian 2, masukkan DVD-nya kemudian enter lagi.
Gambar 2.112 Masukkan DVD Debian 2
Setelah selesai instalasinya edit file apache2/apache2.confdengan perintah nano /etc/apache2/apache2.conf kemudian
di baris paling akhir dari isi file apache2.conf
tambahkan syntak Include “/etc/squirrelmail/apache.conf” untuk membalance-kan antar file yang akan kita
edit selanjutnya.
Gambar 2. 113 Tambahan syntak
Setelah
syntak ditambahkan selanjutnya,
saatnya kita edit file dari syntak yang
kita tambahkan tadi, dengan perintah nano
/etc/squirrelmail/apache.conf kemudian edit pada bagian virtualhost dengan
menghilangkan tanda pagar di depannya, kemudian edit menjadi port 80 dan link
sistem name web mail kita.
Gambar 2.114 Sebelum diedit file virtual host
Gambar 2.115 Virtualhost yang telah diedit
Setelah
diedit filenya, restart konfigurasinya dengn perintah /etc/init.d/apache2 restart. Kemudian setelah direstart kita coba
browse ke link mail.mahmudhasanudin.com
dengan perintah links
mail.mahmudhasanudin.com kemudian akan tampil tampilan dari squirrelmail
berikut ini:
Gambar 2.116 Login email squirrelmail
Cobalah
untuk login dengan user user yang
kita buat tadi dan lihat inbox dari user admin.
Pesan yang kita kirim menggunakan user admin
akan terlihat di inbox user user.
Terlihat seperti gambar berikut ini:
Gambar 2.117 Inbox dari user user
Jika telah
selesai mengkonfigurasi web mail dan hasilnya telah benar semua. Berarti tahap
konfigurasi web mail telah selesai.
g. Konfigurasi Proxy Server
apa itu proxy server ? proxy server adalah perantara dari pc
client ke hosts. Juga sebagai salah satu system yang bias memblokir sebuah atau
lebih alamat internet. Dalam konfigurasi ini kita gunakan paket yang bernama squid dari debian. caranya dalah,
masukkan DVD Debian 1 kemudian ketikkan apt-get
install squid untuk menginstall paket squid-nya.
Gambar 2.118 Syntak penginstallan
squid
Kemudian
jika diminta DVD Debian 2 masukkan dan enter lagi, setelah selesai menginstall
paketnya kita akan mengedit isi file squid-nya
dengan perintah nano
/etc/squid/squid.conf. jika sudah msauk kedalam file squid cari kata port 3128 dengan menekan tombol ctrl+w kemudian ketikkan kata port 3128 setelah berada di kata port 3128 tambahkan kata berikut ini:
http_port 3128
transparent
cache_mem 16 mb
cache_mgr
admin@mahmudhasanudin.com
visible_hostname
blokir.by.mahmudhasanudin.com 2014
Gambar 2.19 Sebelum diedit bagian port 3128
Gambar 2.120 Setelah diedit bagian port 3128
Tekan ctrl+w lagi kemudian ketikkan http_access
deny all enter, pastikan didepan kata tersebut sudah ad tanda pagarnya.
Gambar
2.121 http_access deny all yang pertama
Cari lagi kata http_access deny all kemudian beri tanda pagar di didepan kata
tersebut.
Gambar
2.122 Sebelum diberi tanda pagar
Gambar
2.123 Setelah diberi tanda pagar
Jika sudah dipastikan sudah diberi
tanda pagar, selanjutnya cari kata acl
connect seperti gambar berikut ini:
Gambar
2.124 acl connect method CONNECT
Jika kata acl connect sudah ditemukan, tambahkan kata berikut ini dibawah
kata acl connect :
acl url dstdomain “/etc/squid/url”
acl key url_regex –l “/etc/squid/key”
http_access deny url
acl lan src 192.168.90.0/24
http_access allow lan
http_access allow all
Gambar
2.125 Mengedit bagian acl connect
Simpan konfigurasinya dengan menekan
tombol ctrl+x pilih y. Kemudian edit url yang akan kita
blokir dengan perintah yang kita buat di bagian acl connect yaitu nano
/etc/squid/url di dalam file tersebut memang tidak ada isinya (kosong)
disitulah kita masukkan alamt internet yang mau di blokir misalnya youtube maka
masukkan url-nya yaitu www.youtube.com
dan sebagainya.
Gambar
2.126 url yang mau diblokir
Jika anda juga ingin memblokir dari
sebuah kata-kata bisa anda masukkan di bagian key, jadi jika ada yang mencari
kata yang sudah dimasukkan ke dalam squid key akan otomatis diblokir oleh server.
masukkan kata tersebut dengan perintah nano
/etc/squid/key kemudian masukkan kata di dalam file-nya.
Misalnya
yahoo dan lain-lain.
Gambar
2.127 Squid key
Setelah disimpan konfigurasinya,
selanjutnya menyimpan filenya agar ketika komputer reboot konfigurasi tidak
hilang. Gunakan perintah squid –z kemudian
restart konfigurasinya dengan perintah /etc/init.d/squid restart.
Gambar
2.128 Menyimpan konfigurasi dan merestart konfigurasi
Setelah konfigurasi selesai, restart
PC Server dengan perintah reboot.
Selanjutnya kita pindah ke PC Router untuk membuat pembelokan IP. Login di PC
Router kemudian ketikkan peintah nano
/etc/rc.local ketikkan di bawah diatas kata exit 0 kalimat berikut ini:
Iptables –t nat –A PREROUTING –S 192.168.50.0/0 –p tcp
–dport 80 –j DNAT –to-destination 192.168.90.7:3128
Itu adalah syntak pembelokkan port Ip yakni dari port 80 menjadi port 3128.
Selanjutnya pasang kabel cross dari Pc Server Ke Pc Router kemudain pasang
kabel cross dari PC Client ke Router. Berikan IP untuk LAN secara otomatis,
kemudian buka web browser dan coba link-link berikut ini:
Link
web server www.mahmudhasanudin.comjika
tampilannya sudah seperti gambar berikut ini berarti web server telah sukses:
Gambar
2.129 Tes link web server di client
Link
web mail mail.mahmudhasanudin.comjika
tampilannya sudah seperti gambar berikut ini berarti web server telah sukses:
Gambar
2.130 Tampilan web mail squirrelmail
Gambar
2.131 Login di web mail squirrelmail
Kemudian kita test proxy server
dengan memasukkan situs internet yang kita blokir tadi, apakah benar-benar
telah terblokir oleh sistem atau belum, oleh karena itu kita test menuju link www.youtube.com.
Jika tampilannya seperti gambar dibawah ini berarti proxy server telah sukses
berjalan.
Gambar
2.132 situs yang diblokir error
Kemudian
hubungkan PC admin ke hub menggunakan kabel straight. Beri ip admin 192.168.1.10 dan untuk DNS-nya beri192.168.90.7 dan 8.8.8.8.
setelah diberi IP admin bisa sharing Data, File dan Printer milik admin.
Dalam pembahasan laporan tentang “KONFIGURASI DEBIAN SERVER DAN KONFIGURASI
DEBIAN ROUTER” telah selesai dengan batasan masalah yang telah disesuaikan
dan juga berdasarkan panduan dari beberapa situs diinternet dan buku panduan
lainnya.
1.
HASIL
KEGIATAN
2.1 Masalah yang dihadapi
Saat melakukan konfigurasi debian
server dan router ini penulis beberapa masalah diantaranya sebagai berikut:
a.
Modem tidak connect internet
b.
Kaset debian tidak lengkap atau
rusak
c.
Ada beberapa syntak penginstalan jika salah menginstallnya terpaksa harus install
ulan dan ulangi konfigurasinya
d.
Terbatasnya tampilan, jadi harus
extra memperhatikan pengetikan syntak
1.2 Pemecahan Masalah
Adapun
cara untuk menyelasaikan masalah-masalah tersebut yaitu sebagai berikut:
a.
Check kabel ke modem, dan pastikan
modem connect internet, jika tidak mau connect juga padahal internetnya aktif,
cobalah check disettingan ip dan IP DNS-nya
b.
Jika kaset tidak lengkap atau
rusak, burning ulang kaset yang baru
c.
Hati-hati dalam pengetikan syntak
dan meneliti betul apa yang akan dikonfigurasi agar tidak harus terpaksa
menginstall ulang
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari
laporan ini adalah apabila penggunaan debian server dan router ini dapat
dikembagkan dua konfigurasi ini dapat dijadikan satu, atau di gabungkan dalam
satu PC saja. Tapi karena untuk mempermudah pemahamannya jadi di pisah menjadi
dua PC. Kegunaan monitor dalam hanya untuk saat konfigurasi saja. Jika
konfigurasi telah selesai semua monitor tidak perlu digunakan lagi. Karena saat
menggunakan fasilitas ini tidak diperlukan perangkat monitor.
B.
Saran
Dalam
konfigurasi ini usahakan harddisk yang digunakan di PC Router dan Server
seminimal mungkin atau kapasitas yang kecil saja. Karena dalam konfigurasi ini
tidak banyak memerlukan kapasitas hardisk yang besar. Usahakan saat konfigurasi
berlangsung check fasilitas internet Connection stabil dan tidak lelet.


























fotonya mana om
ReplyDeletesilahkan download aja di link ini http://www.mediafire.com/download/2nwtbzospny3imb/Laporan+Tentang+Debian+By+Mahmud+Hasanudin.zip
Delete